Memetakan Potensi Pajak Daerah Kabupaten Grobogan: Analisis Efektivitas, Kontribusi, Pertumbuhan, dan Tren Pajak Daerah

Authors

  • Muhammad Jazuli Kementerian Keuangan
  • Fadilatul Hilmiyah Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Fath Sania Salmaa Puteri Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Apple Louisa Liu Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.58684/paradigma.v3i1.103

Keywords:

Fiscal Decentralization, Grobogan Regency, Local Taxes, Regional Autonomy, Tax Diversification.

Abstract

Regional autonomy provides opportunities and challenges for local governments to manage and explore sources of Local Own-Source Revenue (PAD). Grobogan Regency still faces fiscal challenges because its dependence on transfer funds remains significant, while the capacity of its own revenue needs to be increased. This study aims to map the potential and performance of local taxes in Grobogan Regency in the context of fiscal decentralization and efforts to strengthen regional financial independence. The research uses a quantitative descriptive approach based on secondary data for the 2019–2024 period obtained from the Ministry of Finance. The analysis focuses on tax effectiveness, contribution, growth, and revenue projection. The results show that local tax performance is strong, with an average effectiveness rate of 119.99%. The Specific Goods and Services Tax is the largest contributor, reaching 44%, followed by PBB-P2 and BPHTB. The average growth of local tax revenue is 15.68%, although growth varies considerably across tax types, particularly the Non-Metal and Rock Mineral Tax, which reaches 786.63%. Revenue projections indicate an increase to IDR 277.20 billion by 2029. These findings highlight strong fiscal potential in Grobogan Regency but underline the need for tax diversification, digitalized administration, and taxpayer compliance to support sustainable fiscal growth.

References

Ariyanti, D., & Yudhaningsih, R. (2020). Analisis efektivitas dan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Kendal tahun 2014–2018. Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan Bisnis Terapan (AKUNBISNIS), 3(1), 65–79.

Badrudin, R. (2012). Ekonomika otonomi daerah. UPP STIM YKPN.

Galela, M. R. (2011). Desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi: Perlukah desentralisasi fiskal diperluas? Jurnal Keuangan Publik, 41, 59–67.

Halim, A. (2004). Akuntansi keuangan daerah.

Ichwanudin, W., & Setyadi, S. (2019). Meningkatkan kemandirian keuangan daerah melalui pengembangan potensi daerah di Kabupaten Lebak. Tirtayasa Ekonomika, 14(2), 282–292.

Irmawati, Syam, A. B., Baharuddin, & Sudirman. (2024). Optimalisasi pendapatan asli daerah melalui pajak dan retribusi. Jurnal Ilmiah Administrasita’, 15(1), 74–82. https://doi.org/10.47030/administrasita.v15i1.752

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja Direktorat Pajak dan Retribusi Daerah (Dit. PDRD) tahun 2023. DJPK.

Khasanah, E. N. (2023). Analisis efektivitas dan kontribusi pajak daerah terhadap PAD Kabupaten Sragen. Jurnal Akuntansi Dan Pajak, 24(2), 134–145.

Liana, W., Kusumastuti, S. Y., Damanik, D., Hulu, D., Apriyanto, A., Judijanto, L., & Milia, J. (2024). Teori pertumbuhan ekonomi: Teori komprehensif dan perkembangannya. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Lockwood, B. (2005). Fiscal decentralization: A political economy perspective.

Lovianna, L., & Rahmi, N. (2022). Analisis efektivitas dan kontribusi pajak daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah: Studi pada Bapenda DKI Jakarta tahun 2016–2020. Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI), 3(2), 109–117.

Mahmudi. (2016). Analisis laporan keuangan pemerintah daerah. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Mahmudi. (2019). Manajemen keuangan daerah. UPP STIM YKPN.

Makridakis, S., Wheelwright, S. C., & Hyndman, R. J. (2008). Forecasting methods and applications. John Wiley & Sons.

Mardiasmo. (2017). Perpajakan. Andi.

Martinez-Vazquez, J., Lago-Peñas, S., & Sacchi, A. (2017). The impact of fiscal decentralization: A survey. Journal of Economic Surveys, 31(4), 1095–1129.

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.

Oki, K. K., Nalle, F. W., & Meomanu, P. A. (2020). Analisis kemandirian keuangan daerah Kabupaten Belu. Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2(2), 1–6.

Primandari, N. R., & Dahlia, E. (2020). Kontribusi dan efektivitas pajak reklame terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Ogan Komering Ulu periode tahun 2013–2017. Jurnal Akuntansi, Keuangan Dan Manajemen, 1(2), 123–134.

Putra, S. A., Riyanto, V., Supartono, A. R., Immanuel, J., Hagi, I. A., & Nurfauzi, M. A. (2024). Relevansi kemandirian fiskal: Sebuah tinjauan. Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau, 4(1), 17–28.

Sabijono, E. (2022). Analisis efektivitas pajak daerah Kota Manado. Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 15(1), 1–10.

Smith, A. (2016). The wealth of nations. Aegitas.

Tiebout, C. M. (1961). An economic theory of fiscal decentralization. In Public finances: Needs, sources, and utilization (pp. 79–96). Princeton University Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (2022).

Wulandari, P. A., & Iryanie, E. (2018). Pajak daerah dalam pendapatan asli daerah. Deepublish.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Muhammad Jazuli, Fadilatul Hilmiyah, Fath Sania Salmaa Puteri, & Apple Louisa Liu. (2026). Memetakan Potensi Pajak Daerah Kabupaten Grobogan: Analisis Efektivitas, Kontribusi, Pertumbuhan, dan Tren Pajak Daerah. Jurnal Paradigma Grobogan, 3(1), 129–143. https://doi.org/10.58684/paradigma.v3i1.103